5 Teknologi Canggih Yang Dimiliki CIA

Teknologi Canggih CIA

 

Crewnesia - Teknologi Canggih CIA

Crewnesia - Central Inteligency Agent atau biasa di sebuat CIA merupakan badan intelijen yang dimiliki oleh Amerika Serikat. CIA tekenal dengan berbagai teknologi canggih yang mereka gunakan saat dalam menjalankan tugas intelijennya. Ada beberaa teknologi canggih yang dimliki oleh CIA dan jarang diketahui oleh kita semua, maka dari itu berikut 5 teknologi canggih yang dimiliki oleh CIA.

1. Peta Anti Air

 
CIA dengan sengaja membuat sebuah peta anti air agar para agen rahasianya tidak kebingungan jika kehilangan jejak saat mencari target buronannya.

2. U-2 Spy Plane

 
U-2 Spy Plane adalah pesawat tempur yang dimiliki oleh CIA yang digunakan saat perang dingin pada tahun 1962. Pesawat ini memiliki kemampuan terbang yang sangat tinggi dan pesawat ini dapat melakukan pengintai disaat siang maupun malam dan dalam kondisi cuaca apapun.

3. Streaoscope

 
Streoscope merupakan sebuah alat yang digunakan oleh agen rahasia untuk mengambil objek secara 3D.

4. Robot Ikan

Sebelumnya CIA pernah membuat sebua robot berbentuk capung dan kali ini CIA mengembangkan sebuah robot yang berbentuk ikan yang dinamai Charlie. Tujuna pembuiat Charlie adalah untuk mempelakari teknologi robout khususnya di dalam air. Charlie sendiri miliki beberapa keunggulan yaitu kecepatan, daya tahan, mengontrol kedalaman, kemampuan bermanuver, akurasi navigasi, dan dapat memberikan status komunikasi

Charlie im memiliki panjang 61 cm, lebar 28 cm dan tingginya mencapai 18  cm, Charlie dapat dikendalikan oleh handset radio line of sight nirkabel.

5. Cermin Rias

Selama perang dingin yang terjadi diantara blok barat dan timur pada tahun 1947 sampai 1997 membuat Amerika harus kreatif dalam mengumpulkan setiap informasi yang telah dikumpulkan oleh para agen intelijennya. Maka tercipta sebuah teknologi untuk mengumpulkan informasi yang berbentuk sebuah cermin rias. Cermin rias digunakan untuk percakapan singkat atau memberitahu keadaan, untuk melihat kode yang berada di sisi cermin, maka para agen harus memiringkan cermin tersebut sehingga kode yang tersampaikan bisa terbaca.