-->

API : Pengertian, Cara Kerja, Jenis, Fungsi, Dan Arsitektur

Crewnesia - Pengertian API

Crewnesia - Bagi seorang web developer atau mobile developer harus tau mengenai Aplication Programming Interface untuk mempermudah dalam pengembangan sebuah website atau aplikasi yang sedang dikerjakaan. Maka dari itu pada artikel ini saya akan membahas mengenai API.

Apa Itu API (Application Programming Interface)?

 Sebagai developer kalian tidak perlu membuat sebuah interface lagi, kalian hanya perlu menggunakan API dan menanamkannya pada aplikasi kalian saja.

Cara Kerja API (Application Programming Interface)

Sebelum memahami lebih detail cara kerja sebuah API, ada beberapa poin yang terkait bagaimana cara kerja sebuah API.

  • Aplikasi mengakses API
  • API melakukan request terhadap Server
  • Server memberi respon terhadap API
  • API menyampaikan respon ke Aplikasi
Banyak sekali contoh API yang sering digunakan oleh pengembang aplikasi untuk meningkatkan performa aplikasi mereka, misalnya Facebook API.

Facebook memiliki sebuah API sendiri, dimana terdapat berbagai fitur sebagai menyimpan sebuah data penggunanya, misalnya hasil postingan, games, dan data pembayaran. Semua fitur ini kalian bisa gunakan dan manfaatkan sebaiik mungkin untuk digunakna pada website atau aplikasi yang sedang kalian kembangkan.

Jenis - Jenis API

Selanjutnya saya akan membahas jenis-jenis API, API terbagi menjadi 4 jenis sesuai dengan hak aksesnya. Berikut jenis - jenis API dan penjelasannya.

    1. Public API
Jenis API pertama yaitu Public API. Public API biasanya sering disebut sebagai Open API, sesuai dengan namanya jenis API ini bisa digunakan oleh siapa saja untuk melakukan lintas platform. Jenis API ini sering digunakan karena mudah digunakan.
    2. Private API
Yang kedua yaitu Private API, seusai denga namanya API jenis ini tidak terbuka secara umum. Biasanya jenis API ini sering digunakan hanya  untuk keperluan internal dalam pengembangan sebuah aplikasi tertentu.
    3. Partner API
Yang ketiga yaitu Partner API. Jenis API ini biasanya digunakan untuk kepentingan umum tapi sebatas pihak yang sudah memiliki izin dari penggunanya. Sama halnya dengan Public API, kalian perlu mendaftar terlebih dahulu terhadap penyedia API. Kemudian kalian hanya bisa menggunakan API tersebut sesuai perjanjian. Contoh dari Partner API yaitu, Pinterest.
    4. Composite API
Jenis API terakhir yaitu, Composite API. Composite API merupakan sebuah API yang dapat menyimpan sebuah data dari berbagai server dalam satu tempat. Tentunya, hal tesebut sangat mempermudah penggunanya karena bisa mendapatkan berbagai jenis data hanya sekali akses.

Fungsi API

Selanjutnya saya akan membahas Fungsi API, dalam proses penerapan API, API memiiki kemudahaan dan keuntungan yang dapat kalian rasakan. Berikut beberpa fungsi utama dari sebuah API.
    1. Mengembangkan Aplikasi lebih cepat dan efektif
API memberikan kemudahan dan manfaat bagi para developer dalam hal pengembangan aplikasi. Kalian tidak perlu repot melakukan integrasi terhadap 2 aplikasi untuk melakukan komunikasi, cukup dengan kalian menggunakan API maka komunikasi dapat terjalin dengan baik.
    2. Membangun aplikasi yang bersifat fungsiomal
Manfaat lain dalam menggunakan API adalah untuk membangun sebuah aplikasi yang lebih fungsional dan memiliki beberapa struktur yang lebih kompleks. Maksudnya, kalian tidak perlu melakukan input secara manua, kalian cukup menggunakan bantuan dari API dapat menampilkan fitur yang sama dengan aplikasi tujuan.
Sebagai contoh penerapanya ada pada platform Gojek dan Grab. Kedua platform tersebut tidak perlu membuat fitur untuk menampilkan peta pada aplikasi mereka, Cukup dengan melakukan integrasi dengan Google Maps API, maka seluruh data pemetaan wilayah dapat terakses secara otomatis.
    3. Meringankan beban kerja server
Dengan menggunakan API, kalian tidak perlu menyimpan semua data yang dibutuhkan pada server kalian. Cukup dengan meminta API untuk mendapatkan data terbaru dari server aplikasi asal. Dengan kondisi seperti ini, maka server kalian tidak akan terbebani.

Arsitektur API

Seperti bangunan API memiliki 3 Arsitektur yang sering digunakan oleh developer dalam pembangunan sebuah aplikasi. Berikut arsitektur yang sering digunakna.
    1. RPC
RPC adalah teknologi untuk membuat sebuah komunikasi antara client dan server. RPC memiliki 2 jenis, yaitu XML,-RPC dan JSON-RPC. Sesuai dengan namnya XML-RPC menggunakan format XML sebagai media perpindahan data, sedangkan JSON-RPC menggunanakan format JSON untuk perpindahan data.
    2. SOAP
Arsitektur API selanjutnya yaitu, SOAP (Simple Object Access Protocol). Jenis arsitektur ini menggunakan format XML (Extensible Markup Language) yang memungkinkan semua data penggunanya dapat disimpan dalam satu dokumen.
     3. REST
Arsitekrut API terakhir yaitu, REST (Representational State Transfer) merupakan  arsitektur API yang cukup popular dikalangan developer karena kemudahaannya bagi para penggunanya. Kalian tak perlu melakukan coding yang panjang untuk menggunakannnya. REST biasanya berformat JSON sebagai bentuk datanya sehingga jauh lebih ringan.

Kesimpulan

API merupakan sebuah serangkaian kode bahsa pemrograman yang dapat membantu para developer untuk melakukan integrasi data antar dua aplikasi atau lebih yang berbeda secara bersamaan. API memiliki 4 jenis yaitu Public, Privite, Partner, dan Composite. API yang sering digunakan berdasarkan arsitektur, yaitu RPC, SOAP, dan REST.